Indonesian Football Handicap Analysis_Betting skills_Football Handicap Teaching

  • 时间:
  • 浏览:0

SuPlPlPlatformatformatformdaPlatformh laPlatformku dan memiliki nama tak membuat Khong Guan berhenti berpromosi. Pasalnya, generasi akan terus berganti dan mereka akan memiliki pasar baru. Menghadapi hal ini mereka pun tak hanya membuat iklan yang biasa-biasa saja namun penuh dengan cerita bahkan eksperimen. Tahun 2020 lalu misalnya, iklan mereka sempat viral karena dibuat dengan konsep anime yang tak hanya indah dilihat namun juga dianggap tepat sasaran dan relevan dengan kondisi yang sudah memasuki pandemi.

Akan tetapi, kalau dipikir-pikir selain biskuit Khong Guan, ada juga lo berbagai biskuit dengan merek yang lain. Kenapa ya Khong Guan jadi yang paling terkenal dan laris? Mungkin jawabannya karena beberapa rahasia berikut ini.

Tak hanya bisa digunakan kembali sebagai tempat rengginang, bahkan banyak warung atau tukang nasi goreng yang menggunakan kaleng ini untuk tempat menyimpan uang atau menaruh kerupuk. Kelihatannya sih sepele ya tapi kalau banyak orang yang lihat kaleng ini di sepanjang jalan akhirnya jadi mirip iklan gratis deh. Produk jadi lebih familiar di mata banyak orang.

Khong Guan sudah berdiri sejak tahun 1947, dari saat itu perusahaan ini selalu mengutamakan kualitas produknya dengan memilih bahan-bahan terbaik. Rasanya pun cukup konsisten sehingga menimbulkan perasaan nostalgia ketika menggigit salah satu biskuitnya. Selain itu, mereka juga ketat dalam melakukan pengawasan mutu sehingga selain enak juga aman untuk dikonsumsi.

Mendekati lebaran, ada sekaleng biskuit yang biasanya identik dengan momen ini; Khong Guan. Saking kuatnya merek yang satu ini, maka biasanya paling nggak di meja ada kalengnya, entah isinya biskuit beneran atau justru rengginang. Akan tetapi, diisi rengginang pun artinya pemilik rumah sudah membeli biskuit Khong Guan sebelumnya. Tak hanya itu, biskuit ini juga laris dijadikan sebagai hampers atau parsel lebaran.

Mulai dari kaleng berisi rengginang sampai desain gambar yang ada di kalengnya, semuanya bikin merek ini jadi semakin dikenal. Seorang ibu dengan dua orang anak yang sedang duduk sambil menyantap biskuit dan minum teh menimbulkan pertanyaan “Ke mana bapaknya? Kok nggak ada?” yang membuat orang jadi kepo dengan cerita di sebaliknya, bahkan menimbulkan teori-teori dari warganet. Menjawab pertanyaan ini desainernya sampai turun tangan dengan jawaban yang cukup sederhana yaitu karena untuk mempengaruhi ibu rumah tangga supaya mau membeli jadi gambarnya hanya ada sang ibu.

Untuk memperluas target pasar, Khong Guan sempat melakukan kolaborasi dengan beberapa brand seperti yang terbaru dengan minuman Haus. Tak hanya itu, mereka juga melakukan kolaborasi unik dengan brand yang tak berubungan dengan makanan melainkan brand make-up lokal yaitu Mizzu dengan membuat face pallete.

Jika merek lain biasanya menawarkan satu kaleng biskuit dengan rasa yang sama walaupun kadang bentuknya berbeda, Khong Guan memberikan begitu banyak pilihan. Pun, ada yang jadi favorit, ada juga yang sedang-sedang saja sehingga waktu habisnya pun cukup lama. Meskipun begitu, ada juga merek Khong Guan jenis lain yang memiliki satu jenis saja juga seperti hanya biskuitnya sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Sudah berdiri selama 74 tahun, biskuit ini terus menunjukkan bahwa mereka tetap relevan dan tak akan kalah persaingan atau tumbang dimakan zaman. Perpaduan antara cita rasa yang terjaga dengan strategi marketing yang luar biasa yang membuat mereka bisa tetap bertahan.