Indonesian Gaming Company_American Lottery Online_U.S. legal online casinos_Betting Handicap

  • 时间:
  • 浏览:0

NBBaccarat Malaysiaaccarat MalaysiaamBaccarat Malaysiaun Baccarat Malaysiakalau kita bisa menjaBaccarat Malaysiaga pikiran positif, nggak ada salahnya makanan sendirian. Sebab kebiasaan ini juga mempunyai sejumlah dampak positif. Kita jadi bisa memulihkan kondisi mental dan meningkatkan kepercayaan diri serta kreativitas. Jadi nggak perlu khawatir!

Namun apakah semua orang harus seperti itu? Sebetulnya nggak juga. Kita berhak menentukan jalan hidup sesuai keinginan pribadi.

Saat diwawancara oleh British Vogue, Emma membeberkan sedikit kehidupan pribadinya. Dia telah beberapa kali berganti kekasih walaupun jarang memamerkannya di media sosial. Namun kini, Emma memutuskan untuk melajang dan menyebut dirinya self-partnered. Terjemahan harfiahnya adalah berpasangan dengan diri sendiri. Maksudnya, Emma sudah merasa bahagia tanpa perlu berpasangan.

Dari pergeseran nilai, kecanggihan teknologi yang makin praktis dan ‘mendukung’ kesendirian atau ke-‘mager’-an orang, sampai minimnya lahan yang membuat orang semakin tidak ingin mauupun mampu memiliki keluarga besar. Semua berpengaruh. 

Pernyataan itu jelas berlawanan dengan standar yang berlaku di masyarakat. Sebab selama ini, seolah kita “ditekan” untuk menemukan jodoh. Orang-orang yang nggak mengikutinya bisa dianggap aneh atau melenceng. Namun apa standar tersebut mutlak harus dipatuhi? Itulah yang sedang dilawan oleh Emma.

Asal bisa mengelola pikiran dengan baik, sebetulnya nggak masalah untuk beraktivitas sendirian. Begitu pula dalam percintaan. Kalau merasa nyaman sebagai jomblo, kenapa harus memaksakan diri untuk berpasangan hanya demi menyenangkan masyarakat? Padahal kita sendirilah yang menjalani hidup kita. Jadi pertimbangkanlah keputusan dengan baik~

Dilansir dari The Conversation, ada dampak buruk di balik kebiasaan makan sendirian. Banyaknya sampah dari jasa pengantar makanan bisa merusak lingkungan. Di sisi lain, kita juga bisa mengalami tekanan darah tinggi dan depresi karena kesepian. Karena itulah pakar menganjurkan untuk makan bersama orang lain supaya suasana hati membaik.

Di sisi lain, Emma menyayangkan kondisi yang dipelihara masyarakat selama ini. Jarang ada tokoh atau figur publik yang menolak standar sosial secara terang-terangan. Bahkan dalam bentuk fiksi terkenal sekalipun, tokoh bernama Bridget Jones digambarkan terobsesi mencari pasangan, padahal sebetulnya dia bisa hidup sendiri di usia 30-an tahun. Kondisi itu membuat Emma akhirnya buka suara. Dengan menyebut dirinya self-partnered, dia berharap orang-orang lain mendapat role model atau inspirasi yang berbeda.

Orang-orang yang berusia 30 tahun menerima banyak tuntutan. Mereka diharapkan untuk menemukan jodoh, menikah, punya anak, membeli rumah, mapan secara finansial, dan masih banyak lagi. Emma pun menerima tuntutan yang sama. Namun di usianya yang kini 29 tahun, dia mengaku tetap rileks. Sebab Emma merasa nggak perlu memenuhi tuntutan itu. Dengan status self-partnered, dia merasa nyaman dengan dirinya sendiri tanpa harus terobsesi mencari pasangan.

Seiring bertambahnya usia kita, semakin bertambah pula tuntutan yang diterima. Seolah ada standar yang harus diikuti agar kita “klop” di masyarakat. Salah satunya adalah standar dalam berpasangan. Memasuki umur tertentu, orang-orang “ditekan” untuk menemukan pasangan secepatnya, lantas membangun rumah tangga.

Sebuah survei di AS pada tahun 2017 melaporkan bahwa jumlah orang dewasa di AS yang belum menikah semakin bertambah. Tren yang pastinya juga bisa banyak ditemui di negara-negara lain. Bahkan pasangan yang memutuskan untuk menikah butuh waktu lebih lama untuk melakukannya. Kenapa bisa begitu? Banyak faktornya.

Itulah yang disuarakan oleh Emma Watson, aktris sekaligus aktivis yang berani. Belum lama ini dia blak-blakan menyebut dirinya self-partnered alias berpasangan dengan diri sendiri. Sebutan itu pun membuat banyak orang merasa heran dan bingung. Supaya lebih paham, yuk kita bahas selengkapnya.