Hoak「The only way to win baccarat」s Babi Ngepet di Depok, Kenapa Masyarakat Masih Percaya?

  • 时间:
  • 浏览:0

Baca juga: 7 Fakta AstraZeneca, dari Diisukan Mengandung Tripsin Babi hingga Efek Samping

PeThe only way to win baccaratnThe only way to wThe only way to win baccaratin baccaratyebar isu hoaks babi ngepet itu adalah AL, yang kemudian memesan secara online seekor babi dari pencinta binatang yang dibeli seharga Rp900.000, dengan ongkos kirim Rp200.000.

"Tujuan mereka adalah supaya lebih terkenal di kampungnya, karena ini merupakan salah satu tokohlah sebenarnya, tapi disebut tokoh juga tidak terlalu terkenal, jadi supaya dia dianggap saja," ungkap Imran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Baca juga: Ahli China Temukan Mutasi Alami dari Virus Demam Babi Afrika

KOMPAS.com- Hoaks babi ngepet di Depok menyebabkan kehebohan masyarakat di Indonesia, bahkan menjadi perbincangan hangat di antara warganet di media sosial. Bagi sebagian besar masyarakat masih percaya pada hal tahyul seperti pesugihan babi ngepet.

Seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (29/4/2021), isu babi ngepet di Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat beberapa hari lalu, telah dipastikan sebagai rekayasa.

Terkait hoaks isu babi ngepet seperti yang terjadi di Depok, apakah cenderung banyak terjadi di pedesaan, Sunu menjelaskan bahwa pesugihan babi ngepet tidak sepopuler pesugihan tuyul di kalangan masyarakat pedesaan.

Ketika orang susah mencari solusi, mereka yang percaya pada kekuatan gaib terdorong untuk membangkitkan kembali mitos-mitos lama.

Imran menjelaskan, rekayasa dimulai ketika di permukiman tersebut, sejumlah warga mengeluh kehilangan uang sekitar Rp1 juta hingga Rp2 juta.

Tersangka Al lalu bekerja sama merekayasa penangkapan babi itu bersama delapan temannya. Cerita-cerita soal penangkapan babi ngepet secara telanjang bulat juga bohong.

"Kepercayaan itu agaknya sudah melekat atau mengakar," kata Sunu saat dihubungi Kompas.com, Kamis (29/4/2021).

"Semua yang sudah viral tiga hari sebelumnya adalah hoaks, itu berita bohong," kata Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar.

Lantas, bagaimana masyarakat masih saja percaya pada cerita atau hoaks babi ngepet seperti yang terjadi di Depok?

Baca juga: 3 Jenis Babi Unik Asal Indonesia, Ada yang Dijuluki Babi Setan

Lebih lanjut Sunu mengatakan bahwa ada faktor ekonomi yang melatarbelakangi hal ini. Belitan ekonomi, kata dia, sering membuat orang berorientasi pada dunia gaib.

Peneliti Sastra dan Budayawan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia, Dr. Sunu Wasono mengatakan bahwa kepercayaan terhadap keberadaan pesugihan babi ngepet masih ada pada sebagian masyarakat.