Crystal Baccarat_Live Baccarat_Crown official website

  • 时间:
  • 浏览:0

KBaccarat official websiteamu: Saya penulBaccarat official websiteis di website, Tante.

Anak panggung

Kamu: …..

Fashion designeBaccarat official websiter dan graphic designer pastinya beda. Sayangnya, kata-kata desain judah lebih dulu dan akrab dengan dunia fashion. Supaya nggak dikonotasikan dengan desainer pakaian, coba deh kamu ganti dengan kata pelukis digital. Lebih susah dicerna sih, tapi paling nggak, kamu nggak dikira bekerja di dunia fashion.

Ibu-ibu teman mama arisan: oh, Mbak ini di kementrian sosial tho… Waktu rapat PKK sering ada juga yang kayak gitu!

Kalau saat ini kamu bekerja di perusahaan yang sudah umum didengar, sih gampang saja. Kamu bisa dengan mudah (dan bangga) menjawabnya. Tapi, kalau saat ini kamu bekerja di bidang yang kurang awam, siap-siap saja berhadapan dengan momen canggung. Tenang, Hipwee paham banget kok yang akan kamu hadapi. BANGET! Berikut ini ragam profesi yang nggak mainstream dan (mudah-mudahan ada) cara menjelaskannya saat lebaran nanti.

Bu Dhe: Alhamdullillah… Keren bisa keterima di bank sukses ya, Nak!

Selain yang berhubungan dengan internet, banyak juga dari kamu yang bingung mendeskripsikan pekerjaanmu pada keluarga terutama saat lebaran. Salah satunya kamu yang bekerja sebagai seorang freelancer. Kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, freelancer berarti pekerja lepas dan di Indonesia identik dengan pekerja serabutan di mana umumnya erat dengan pekerjaan kasar.

Kebingungan menjelaskan pekerjaan juga akan dialami kamu yang bekerja di NGO. Umumnya, kamu yang bekerja di NGO ini menjelaskan dengan mendeskripsikan fokus kerja NGO tempatmu bekerja. Komentarnya pun macam-macam:

Bu Dhe: Oh, emang kamu kerja di mana?

Kemajuan teknologi membuat media berkembang pesat ke dalam bentuk digital. Sehingga, saat ini, tak sedikit dari kamu yang bekerja sebagai penulis untuk media-media online atau yang juga disebut dengan content writer. Sayangnya, banyak yang belum paham tentang profesi ini.

Kamu: itu lho, Bu, lembaga yang menangani keluarga berencana, anak dan perempuan.

Enggak terlalu sulit menjelaskan pekerjaan ini. Kamu bisa menjelaskan bahwa kamu pembuat website. Kalau nggak tahu website itu apa, mungkin kamu bisa menggunakan istilah ‘semacam facebook’ yang lebih awam di telinga banyak orang.

kamu: Iya, Bu Dhe, tetap harus kerja.

Pak Dhe: emang selain Facebook ada apa lagi? BBM? Whatsapp?

Menurut kamu, gimana cara menjelaskan profesi anti mainstream-mu pas lebaran besok ya?

Bu Dhe: Bayu udah sarjana ya? Terus sekarang kerja di mana?

Supaya kamu nggak terjebak pada komentar yang menyakitkan hati tersebut, mungkin kamu bisa mencoba mendeskripsikan pekerjaanmu dengan menggunakan analogi.

Bu Dhe: Kok dari tadi pegang hape aja?

Kamu: Admin sosmed, Bu Dhe, ini lagi ngasih info mudik.

Ragam profesi di atas cuma sebagian kecil dari profesi anti mainstream yang ada di dunia. Kalau kamu tambah bingung bagaiamana cara menjelaskan pada keluarga nanti saat lebaran, sama sebenarnya kami bingung juga.

Bayu: Sekarang lagi training di bank, Bu Dhe.

Masa-masa lebaran, kamu akan bertemu banyak keluarga dan teman-teman orang tua yang bersilahturahmi. Sudah pastilah pertanyaan-pertanyaan basa-basi akan kamu jumpai. Bagi kamu yang sudah lulus kuliah dan bekerja, selain pertanyaan ‘kapan kawin’, kamu juga akan ditanya-tanya seputar pekerjaanmu.

Pak RT: Oh, kebun binatang Surabaya itu ya?

UI dan UX merupakan singkatan dari User Interface dan User Experience. Kira-kira, UI tampilan dari suatu produk atau sistem di aplikasi web atau mobile, sedangkan, UX merupakan pengalaman, perasaan, dan persepsi user terhadap produk tersebut. Meskipun judulnya designer,  kerjaannya UX designer itu nggak hanya berhubungan dengan desain-mendesain tampilan aja. Seorang UX designer harus mengerjakan mulai dari ngerti research, bisa menganalisis data, sampai gimana mengimplementasikan hal tersebut ke dalam sebuah aplikasi secara efektif.

Tante: Oh, yang di internet itu ya? Memangnya dibayar, orang bacanya aja gratis.

Kamu: kerja di konservasi orang utan, Pak

Kamu yang punya pekerjaan ini, tentu akan sulit menjelaskan pekerjaanmu secara detail seperti di atas. Gampangnya, kamu bilang saja

Penulis konten

“Masih ngurus band-band gitu kapan cari uang serius?”

Bekerja di balik panggung, mengatur sebuah acara atau konser adalah pekerjaanmu. Meski teman-temanmu cukup paham apa yang kamu lakukan, tapi tidak demikian dengan keluarga besar. Saat bertemu lebaran nanti, kamu pun sering kali bingung ketika ditanya apa pekerjaannya.

“Pekerjaan saya, om? Om bisa bilang saya pekerja serba bisa. Titik!”

Selain penulis konten, keresahan menjelaskan pekerjaan juga dialami oleh kamu yang berprofesi sebagai admin sosmed. Tak perlu khawatir, kamu tinggal bilang kalau kamu bekerja sebagai mata-mata untuk badan intelejen netizen, pasti mereka tambah menyangka kamu aneh.

Teman mama: Hehe… cowok kok jadi desainer, tapi nggak apa-apa sih. Eh, bisa dong, desainin baju buat Tante?

Bagus: Nggggg

Teman mama: katanya, kamu pinter desain-desain gitu ya, Gus?

Kamu: aku yang bikin-bikin website, ya semacam Facebook gitu lah…

Bu Dhe: Ada-ada aja kamu ini, ngasih info mudik ya di tivi kok di hape.

“Saya tukang bikin aplikasi di iPad itu loh…”

“Tante, tahu Raditya Dika? Nah, kira-kira kerjaannya sama, tapi bayarannya berbeda jauh sama dia.”

Bagus: Enggk pinter sih tapi emang kerjaannya gitu, Tante.