The world's largest sports betting platform_Weide Football_188BET_Texas Hold'em Rules Size

  • 时间:
  • 浏览:0

Momen CCasino platform registrationasino platform registrationaneh Casino platform registrationlainnya datang saat transaksi. Ibu-ibu penjual warung dan Casino platform registrationpara pembeli lain selalu menyapa kita dengan akrab. Nggak hanya itu, dia juga tanya-tanya hal yang personal. Saat itu kita bingung, ini orang sok asyik banget nanya-nanya padahal kita sama sekali nggak pernah ngobrol sama dia.

Ada hal menarik dari momen belanja ke warung ini. Ada beberapa keanehan yang kerap kamu temui saat menjalankan misi itu. Keanehan yang nggak terprediksi sebelumnya itu acap terjadi dan kadang bikin KZL sendiri. Inilah 5+ keanehan saat emak menyuruh kita belanja ke warung.

Sungguh aneh, kenapa bapak selalu tahu saat kita sedang disuruh emak belanja. Ia selalu nimbrung nitip beli rokok. Bukan apa-apa, tanpa tambahan rokok pun kita udah bingung dan deg-degan takut salah beli. Tapi, ya, gimanaaa. Namanya juga suruhan bapak, susah untuk menolak. -_-

“Galih, kelas berapa sekarang?”

Saat kita kebingungan, entah dapat wangsit dari mana penjaga warung selalu tahu kita mau beli apa dan berapa jumlahnya. Awalnya kita ragu, tapi daripada bingung sendiri lebih baik nurut aja. Toh, seringnya dugaan penjaga warung tepat. Di rumah kita hanya bisa terheran-heran, “Kok bisa, ya?”

“Ajeng udah gede, ya?”

Ampun, Maaaak! :'(

Disuruh emak belanja ke warung adalah sebuah misi besar bagi anak kecil. Sebab dari misi itu, biasanya emak kasih uang jajan lebih dari kembalian belanja. Maka nggak heran kalau dulu kita susah untuk nolak, meski sudah dirundungi rasa malas. Bener nggak?

Sadar atau nggak, kamu pasti pernah merasakan keanehan semacam di atas. Keanehan itulah yang bikin kita kangen masa kecil. Kangen di mana kita bisa bantuin emak. Kangen di mana kita dapet duit 2 ribu aja udah seneng banget. Duh jadi kangen emak :’)

— kebahagiaanku (@anibyn) April 10, 2019

Akui saja, kita semua pernah menjadi bocah paling curang yang suka ngembat uang kembalian. Beli gula, bawang, dan cabe masih sisa 2 ribu, sampai rumah bilangnya pas. Namun sepandai-pandainya kita berbohong emak maha tahu. Awalnya emak nggak berkomentar, tapi keesokan harinya saat emak nyuruh kita belanja lagi ia kasih uang yang pas. Saat kita bilang kurang, emak balik marahin dan ceramahin kita.

Sadar nggak sih kalau kita selalu lupa yang mesti dibeli di tengah jalan? Kok bisa gitu, ya? Padahal dari rumah sudah dihafalin baik-baik. Bahkan kadang cuma beli satu barang pun kita bisa lupa lo, “Tadi gulanya sekilo apa seperempat, ya?” Zaman sekarang mah enak, lupa tinggal WA. Nah, dulu boro-boro ada HP!