Baccarat Lucky Six_BoB global sports betting platform_bet365 alternate URL_Roulette Cracking_Sports betting William Hill

  • 时间:
  • 浏览:0

SSports bettSports betting WilliSports betting William Hillam Hilling William Hillukses tSports betting William Hillidak pernah terburu-buru. Ia hanya akan tiba saat sudah mencium bau darah serta keringatmu.

Sukses adalah tamu yang pemilih. Ia tidak akan datang hanya karena kasihan mendengarmu merintih.

Ketika Pindy Muliadi masih menjadi pegawai swasta, ia sebenarnya sudah ingin membuka usaha. Tapi modalnya sangat terbatas sehingga pemuda 28 tahun ini sedikit bimbang.

Sekarang Pindy sudah bisa sepenuhnya menjalankan usaha merchandise-nya sendiri. Tokonya semakin ramai sampai ia sekarang punya toko offline di sebuah mall di Jakarta dan dua karyawan khusus untuk customer service. Semua ini tentu tak bisa diraih dengan modal awalnya yang terbatas tersebut. Namun dengan kegigihan, Pindy pun bisa menyemai usahanya hingga meraih kesuksesan seperti sekarang.

Dalam keadaan tak bersemangat seperti ini, mungkin kamu membutuhkan inspirasi. Tak harus ribet atau mahal — inspirasi bisa mudah kamu dapat dengan menyimak kisah orang lain yang sudah menciptakan peluang mereka terlebih dulu. Dengan menyimak kisah mereka, kita bisa belajar bahwa orang seperti mereka pun pernah menemui ganjalan dalam usahanya. Ternyata, sukses tidak pernah datang dengan sendirinya.

Keempat anak muda di atas akhirnya sukses menciptakan peluangnya. Kuncinya sederhana: tidak menyerah begitu saja saat ganjalan menerpa. Dengan kerja keras dan tentu juga doa, mereka bertransformasi menjadi anak muda penuh keterbatasan menjadi pengusaha yang dewasa.

Tapi seperti pengusaha lainnya, Kurniawati menemui ganjalan dalam usahanya. Ia sadar hanya bisa menggaet pelanggan yang memiliki Blackberry, karena usahanya memang hanya dipasarkan lewat Blackberry. Segera Kurniawati mengubah strategi. Untuk meraih lebih banyak pelanggan, ia memindahkan wadah pemasaran dari BBM group ke online marketplace yang bisa diakses semua orang.

Soal persaingan yang semakin ketat, Kurniawaty sendiri tidak khawatir.



Ketika ditawarkan kakaknya, Tony Febrianto langsung mengiyakan ajakan untuk mengembangkan bisnis sabun herbal bersama-sama. “Bisnis kosmetik nggak akan ada matinya,” tuturnya percaya diri. Selain itu, pasar di Indonesia untuk sabun herbal yang bebas alkohol dan detergen pun masih belum jenuh alias belum banyak pesaing. Pengusaha muda ini yakin inilah waktu yang tepat untuk mengembangkan bisnis di bidang kosmetik herbal.

“Cita-cita harus diusahakan sampai tercapai, tetapi harus dengan kesabaran.”

Setelah melakukan riset kecil-kecilan, Mustika pun menemukan online marketplace di internet. “Saya pelajari cara menjual di Tokopedia semalaman. Setelah upload 5 barang di situ, paginya langsung ada pemesanan. Saya kaget juga… kok cepet banget?” Mustika kini juga tak perlu jungkir balik meyakinkan pembeli bahwa transaksi dengan tokonya dijamin aman. “Sekarang saya sudah bisa cicil mobil, beli tiga motor, dan punya tanah,” katanya.

Sayangnya, posisi Indonesia sebagai negara kepulauan menyulitkan Tony untuk mencapai pasar-pasar yang terletak di daerah. Tak ada kata menyerah, Tony pun memutar akal supaya jarak tak jadi hambatan dalam mengembangkan bisnis. Ia merancang rencana untuk meraih pasar di daerah lewat online marketplace. Usahanya berbuah manis. Kini, usaha sabun yang dia miliki berdiri kokoh dan sedang melebarkan sayapnya ke seluruh wilayah Indonesia.

“Saya tahu saya punya banyak kompetitor. Tapi yang penting, service ke customer jauh lebih bagus [dibandingkan kompetitor saya.]”



Bisnis di bidang fashion adalah salah satu bisnis paling menantang di Indonesia. Walaupun pasarnya besar, kompetisi yang ada di dalamnya sangat ketat — sesama penjual bisa saling memakan. Tapi ini tidak membuat Kurniawaty Hidayat gentar. Perempuan muda berusia 28 tahun ini bertekad untuk mengembangkan tokonya yang menjual pakaian ready to wear.

Intinya kalau niatan sudah ada, hambatan apapun tidak akan bisa menghalanginya.

Daripada menyerah, Mustika lebih memilih untuk menciptakan peluang. Dan sekarang, usahanya berbuah manis.

Namun bukan Pindy jika ia menyerah begitu saja. Tak hilang akal, ia memilih fokus pada bisnis online agar modalnya yang terbatas itu tetap bisa mencukupi untuk memulai usaha. Ia pun tidak lantas mengundurkan diri dari posisinya di kantor. Gajinya sebagai pegawai swasta ditabung dulu sampai bisnis online-nya bisa dipastikan berkembang.

– Tony Febrianto

Tak ingin sepenuhnya bergantung pada penghasilan sebagai karyawan, kamu berniat membuka usaha sendiri. Atau mungkin kamu ingin ciptakan peluangmu dengan mengubah hobi jadi sumber penghasilan baru.

Sayangnya, niat baik tak selalu berjalan lancar. Dalam merintis usaha, ternyata kamu menemui berbagai ganjalan. Tak jarang ini membuatmu sulit bangkit dan hilang semangat — begitu berbeda dari saat-saat awal.

Rupanya masih banyak calon pelanggan di media sosial yang khawatir pada penipuan, sehingga penjual harus bersusah-payah untuk meraih kepercayaan pelanggan. Selain itu, tanpa promosi yang apik jangan harap akan banyak orang yang pesan. Tapi bukan Mustika namanya kalau tidak panjang akal.

Cerita mereka bisa dijadikan pelajaran. Untuk tidak mudah mengangkat kedua tangan saat masalah menghadangmu, untuk mencari titik cerah alih-alih menyerah. Karena kesuksesan memang tak pernah datang terburu-buru. Ia baru mau mengetuk pintu, ketika sudah mencium bau darah dan keringatmu.



Berjualan di media sosial itu tidak segampang kelihatannya. Ternyata tidak bisa hanya bermodalkan gambar dan kata “Sista”, penjual juga harus tekun untuk menumbuhkan kepercayaan pelanggan karena semua orang bisa berjualan di media sosial. Tentu ini tidak mudah buat mereka yang baru merintis usaha dan belum memiliki pelanggan tetap. Ini pula yang dirasakan oleh Mustika, ibu rumah tangga yang saat itu sedang merintis usaha perhiasan dari logam monel.